Ensiklopedia Hadits al-Kutub al-Sittah Jilid 5 : Sunan Abu Dawud
Abu Dawud Sulaiman bin al-Asy'ats al-Azdi as-Sijistani (202-275 H) adalah ulama hadits terkemuka pada zamannya. Ibnu Hibban berkata, "Abu Dawud merupakan salah seorang imam besar dunia yang menguasai fiqih, kaya ilmu, memiliki hafalan kuat, ahli ibadah, berkepribadian wara, dan penuh ketekunan. Beliau menyusun berbagai kitab untuk membela sunah Nabi Ibnu Mandah berkata, "Orang yang memisahkan antara hadits yang shahih dan yang bermasalah, antara hadits yang benar dan yang salah ada empat: Bukhari, Muslim, Abu Dawud, dan Nasa'i."
Buku di tangan Anda ini, Sunan Abu Dawud, adalah mahakarya Imam Abu Dawud. Berdasarkan derajat keshahihannya, kitab ini menempati urutan ketiga dari Kutubussittah. Berbeda dengan Shahih al-Bukhari dan Shahih Muslim yang telah disepakati keshahihannya, di dalam Sunan Abu Dawud terdapat beberapa hadits dhaïf. Meskipun demikian, bukan berarti Sunan Abu Dawud tidak layak dijadikan sebagai rujukan. Sebab, di setiap hadits dha'if beliau akan menjelaskan kedha'ïfannya. Beliau berkata, "Aku sebutkan di dalam Sunan Abu Dawud hadits-hadits yang shahih atau yang mendekati derajat shahih. Jika ada hadits yang benar-benar dha'if, aku menjelaskan kedha'ifannya." Adz-Dzahabi menyebutkan dalam kitab Siyar A'lam an-Nubala bahwa usai menyusun kitab Sunan Abu Dawud, Abu Dawud membacakannya kepada para ahli hadits. Mereka pun menerimanya sebagai rujukan dan menganggapnya seperti mushaf yang selalu diikuti. Mereka bersepakat mengakui keilmuan Imam Abu Dawud.
Tidak tersedia versi lain