Pada akhir-akhir ini kesadaran beragama dalam masyarakat terasa meningkat, terutama kehidupan shufi sudah menjadi trend baru dalam masyarakat. Majlis-majlis dzikir berkembang pesat dimana-mana. Peminatnya beraneka ragam bukan saja dari rakyat jelata, tetapi juga termasuk para pejabat tinggi, dari para konglomerat sampai orang-orang melarat, dari masyarakat terpencil sampai masyarakat perkotaan …
Pemikiran filsafat Muhammad Taqi Misbah Yazdi sangat menarik untuk ditelaah. Pengaruhnya sangat signifikan di dalam ranah pemikiran filsafat, khususnya di lembaga-lembaga pendidikan kontemporer yang berada di pusat studi tradisional Qom, Iran. Selama ini, pemikiran filsafat Muhammad Taqi Misbah Yazdi belum banyak dikaji di Indonesia. Salah satu sebab hal itu terjadi di antaranya adalah minimnya…
Bibl. Hlm. 513-533 Indeks hlm.534-542
Dalam konteks penyelenggaraan pendidikan formal terdapat sejumlah komponen penting sebagai faktor determinatif yang mempengaruhi keberhasilan sekolah. Faktor - faktor tersebut adalah siswa sebagai masukan mentah (raw input) guru, buku teks, sarana dan prasarana pendidikan sebagai masukan alat (instrumental input), dan lingkungan fisik maupun lingkungan sosial budaya sekolah sebagai masukan ling…
Judul asli : Dirâsat fi al-fikri al-Islâmî Bibliografi : hlm. 277-278 Islam, masih dianggap sebagian besar umatnya sebagai pemikiran dan hukum yang dipinggirkan. Kalaupun masih ada yang menoleh, itu karena 'pelarian' dari hingar bingarnya kehidupan hedonís-materialistik. Atau sekedar dijadikan pelepas dahaga rohani, untuk mengimbangi ketamakan ragawi yang tidak pernah menentramkan. Tida…
Apakah kebahagiaan adalah sesuatu yang Anda pilih? Berani Tidak Disukai menyajikan jawabannya secara sederhana dan langsung. Berdasarkan teori Alfred Adler, satu dari tiga psikolog terkemuka abad kesembilan belas selain Freud dan Jung, buku ini mengikuti percakapan yang menggugah antara seorang filsuf dan seorang pemuda. Dalam lima percakapan yang terjalin, sang filsuf membantu muridnya mema…
Dalam melaksanakan tugas sebagai Adipati Kesultanan Banjar (1835-1859) dan Adipati (Regent) zaman kolonial Belanda (1859-18610 DI Banua lima, resiko jabatan publik menjadi taruhannya. Diantara resiko itu, Adipati Danu Radja masuk dalam putaran antagonisme yang penuh sarkasme. Antara kebenaran dan realitas kehidupan bercampur pula dengan emosi beserta idealisme prinsip-prinsip ksatria.